home.social

#quay — Public Fediverse posts

Live and recent posts from across the Fediverse tagged #quay, aggregated by home.social.

  1. Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.

    Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container

    Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.

    Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.

    Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.

    Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.

    Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.

    PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌
  2. Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.

    Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container

    Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.

    Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.

    Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.

    Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.

    Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.

    PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌
  3. Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.

    Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container

    Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.

    Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.

    Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.

    Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.

    Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.

    PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌
  4. Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.

    Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container

    Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.

    Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.

    Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.

    Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.

    Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.

    PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌
  5. Sydney Opera House and Skyline, Sydney, NSW, Australia [Prints and Products Available]

    You can only get certain photo angles of the Sydney Opera House from the variety of ferries that are constantly entering and exiting Circular Quay.

    welchwrite.com/blog/2026/02/24
    Prints avaiklable at DouglasEWelch.com/shop/869

    #operahouse #theater #day #city #skyline #landmark #quay #architecture #sydney #australia #building #circularquay #travel #people #tourism #tourists #prints #products

  6. Sydney Opera House from the Manly Ferry 4, Sydney, NSW, Australia

    You can only get certain photo angles of the Sydney Opera House from the variety of ferries that are constantly entering and exiting Circular Quay. This is the beginning of a series showing those views.

    welchwrite.com/blog/2026/02/23

    Follow My Photos on Pixelfed: pixelfed.social/p/douglaswelch

    #operahouse #theater #day #city #skyline #landmark #quay #architecture #sydney #australia #building #circularquay #travel #people #tourism #tourists

    @altbot

  7. Sydney Opera House from the Manly Ferry 2, Sydney, NSW, Australia

    You can only get certain photo angles of the Sydney Opera House from the variety of ferries that are constantly entering and exiting Circular Quay. This is the beginning of a series showing those views.

    welchwrite.com/blog/2026/02/21

    Follow My Photos on Pixelfed: pixelfed.social/p/douglaswelch

    #operahouse #theater #day #city #skyline #landmark #quay #architecture #sydney #australia #building #circularquay #travel #people #tourism #tourists

  8. Sydney Opera House from the Manly Ferry, Sydney, NSW, Australia

    You can only get certain photo angles of the Sydney Opera House from the variety of ferries that are constantly entering and exiting Circular Quay. This is the beginning of a series showing those views.

    welchwrite.com/blog/2026/02/20

    Follow My Photos on Pixelfed:

    #operahouse #theater #day #city #skyline #landmark #quay #architecture #sydney #australia #building #circularquay #travel #people #tourism #tourists

    @altbot

  9. Sydney Opera House at Dusk, Sydney, NSW, Australia

    Capture the architectural soul of Australia with this stunning photograph of the Sydney Opera House at dusk. Set against a deep, twilight blue sky, the iconic white "sails" of this world-renowned landmark glow with a soft internal light, creating a striking contrast with the dark waters of Sydney Harbour.

    welchwrite.com/blog/2026/02/07
    DouglasEWelch.com/shop/867

    #operahouse #theater #dusk #night #city #skyline #landmark #quay #architecture #sydney #australia #building #circularquay #travel #products #prints

  10. For Colour Collective this week, a touch of #Asparagus

    WHARF
    64x45cm acrylic & oil on canvas
    available at the Velvet Easel Gallery, part of Ownart 0% interest payment plan 🔗 link to gallery website in my bio
    #Portobello #Edinburgh #Scotland

    #art #painting #cityscape #infrastructure
    #ccasparagus #wharf #jetty #quay #pier #foreshore #kilcreggan #rosneathpeninsula #rosneath #clydeestuary #gairloch #lochlong #riverclyde

  11. In 2003, the Dutch submarine, Dolfijn, or Dulfun, visited Cork for a few days. I happened to be around town and spotted it from Kennedy Quay where I’d been photographing the ships, buildings and machinery.

    When it left Cork, it headed to Mallorca. September in Cork is nice, but I wouldn’t mind a few days there in October!

    Apertureƒ/6.3CameraCYBERSHOTFocal length11.3mmISO100Shutter speed1/500s

    https://inphotos.org/2024/10/14/hnlms-dolfijn-visits-cork/

    #2003 #Boat #Cork #CorkHarbour #HorganSQuay #Ireland #Photo #Photography #quay #RiverLee #Sony717 #StreetPhotography #submarine

  12. Updated the rpm repo path for my container. Nice to see that we now have a nightly build as well ! If you are looking for a with a public build pipeline, signed with and auto released every sunday.

    Checkout github.com/chimbosonic/veilid-.

    Container images are uploaded to and .io

  13. Looks like Quay.io is being updated to use Patternfly V5, and I'm a huge fan of the design layout. If you're logged in, you can switch to it at the top of the page with the Current UI/New UI toggle.

    Just bear in mind it is a beta, so not every feature/aspect of the original site may be there just yet.

    quay.io/