#quadlet — Public Fediverse posts
Live and recent posts from across the Fediverse tagged #quadlet, aggregated by home.social.
-
New blog post: Ansible-Native Quadlets: Deploying a Mastodon Greeter Bot with containers.podman
Hand-written Quadlet files are great for one host. For a small fleet, I want them in Ansible: templated config, registry login, Podman secrets, systemd handlers, SELinux labels, and repeatable deployment.
The example: a tiny Mastodon welcome bot running as a Podman Quadlet-managed systemd service.
#Linux #Ansible #Podman #Quadlet #systemd #Mastodon #SelfHosting #RHEL
-
Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.
Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container
Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.
Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.
Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.
Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.
Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.
PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌ -
Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.
Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container
Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.
Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.
Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.
Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.
Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.
PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌ -
Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.
Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container
Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.
Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.
Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.
Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.
Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.
PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌ -
Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.
Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container
Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.
Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.
Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.
Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.
Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.
PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌ -
You might have noticed that I have spend some time in my Quadlets Repo, taking care of some Grafana stuff.
Took me a bit to understand it but I’m quite happy with the result.
Check it out if you’d like to deploy your Grafana instance with a few extras in your homelab!
#git #codeberg #monitoring #grafana #prometheus #NodeExporter #podmanexporter #tailscale #tailscaleexporter #podman #quadlet #quadlets #rootless
-
@techviator
I had trouble with the network part and the #DNS resolution using #podman, I followed this tutorial to understand it:
https://giacomo.coletto.io/blog/podman-quadlets/Finally, I migrated from #docker_compose to #quadlet
Doc: https://www.redhat.com/en/blog/quadlet-podman
Tutorial: https://giacomo.coletto.io/blog/podman-podlet/ -
My #podman #container management journey continues...
I started with individual containers viapodman run.
Then I started managing them through #pods.
Now I'm managing the pods through #Quadlet
...So what's next? -
Wow!
Mastodon 4.2.5 GO! Podman, with Quadlet made it even EASIER than it was when I was just doing straight Podman with kubelet.Update version numbers in my def, systemctl restart mastodon-pod, boom. updated.
#mastoadmin #mastodon #securityfix #podman #quadlet #containers
-
Wow!
Mastodon 4.2.5 GO! Podman, with Quadlet made it even EASIER than it was when I was just doing straight Podman with kubelet.Update version numbers in my def, systemctl restart mastodon-pod, boom. updated.
#mastoadmin #mastodon #securityfix #podman #quadlet #containers
-
Note to future self's sanity: #Podman's #quadlet support depends on #cgroups v2.
Using v1 leads to errors like this:
Error: mkdir /sys/fs/cgroup/pids/user.slice/user-1000.slice/[email protected]/runtime: permission denied