home.social

Search

103 results for “theta”

  1. #KLM includes #TheTajStory in its media offer.

    I think it might want to reconsider that.

    Bottom line of the movie: in contrast to #Muslim and leftists lies, the #TajMahal was actually built as a Hindu temple.

    One only needs to look at what happened to the #BabriMasjid to understand the murderous #Hindutva playbook they are following.

    Also interesting to see the parallels with how Israel uses obscure, low quality archeology to support ethno-nationalist claims.

    #India

  2. The Gospel of the Great Leader

    A new book on North Korea traces the Christian roots of an atheist state that demands near-religious devotion…
    #EuropeSays #Korea #KR #NorthKorea #KimJongUn #TheTaipeiTimes #台北時報
    europesays.com/korea/137449/

  3. N Korea defense minister dismissed: state media

    North Korea’s defense minister has been dismissed as part of a reshuffle of the country’s military leadership, state…
    #EuropeSays #Korea #KR #NorthKorea #KimJongUn #TheTaipeiTimes #台北時報
    europesays.com/korea/137001/

  4. I published a Godot 4.7.2 walkthrough of smoothing grid paths and Basic Theta*.

    In one authored fixture the AStarGrid2D route measures 19.314 cell units. Line-of-sight smoothing gets it to 18.806 but stays on the upper side, because it can only keep waypoints from the route A* already chose. Theta* takes the lower side at 18.601.

    Correctness receipt, not a benchmark.

    Article, MIT source and receipt:
    vav-labs.com/blog/smooth-grid-

    #GodotEngine #GameDev #Pathfinding

  5. In my review of Hunter x Hunter Chapter 418, I predict that Theta will be the cause of Tserriednich’s downfall. He should have gotten rid of her when he had the chance. #HunterxHunter #HxH

    Read the review: doublesama.com/hunter-x-hunter

  6. In my review of Hunter x Hunter Chapter 418, I predict that Theta will be the cause of Tserriednich’s downfall. He should have gotten rid of her when he had the chance. #HunterxHunter #HxH

    Read the review: doublesama.com/hunter-x-hunter

  7. In my review of Hunter x Hunter Chapter 418, I predict that Theta will be the cause of Tserriednich’s downfall. He should have gotten rid of her when he had the chance. #HunterxHunter #HxH

    Read the review: doublesama.com/hunter-x-hunter

  8. Official warns against Chinese stardom amid reports Beijing is wooing Tzuyu

    By Chen Yu-fu and Sam Garcia / Staff reporter, with staff writer A Straits Exchange Foundation official today…
    #NewsBeep #News #US #USA #UnitedStates #UnitedStatesOfAmerica #Music #ChenYu-fu #cross-strait #Entertainment #K-POP #SamGarcia #SEF #TheTaipeiTimes #twice #Tzuyu #台北時報
    newsbeep.com/us/831827/

  9. Official warns against Chinese stardom amid reports Beijing is wooing Tzuyu

    By Chen Yu-fu and Sam Garcia / Staff reporter, with staff writer A Straits Exchange Foundation official today…
    #NewsBeep #News #US #USA #UnitedStates #UnitedStatesOfAmerica #Music #ChenYu-fu #cross-strait #Entertainment #K-POP #SamGarcia #SEF #TheTaipeiTimes #twice #Tzuyu #台北時報
    newsbeep.com/us/831827/

  10. Based on the events shown at the end of Hunter x Hunter Chapter 418, do you think Theta will end up causing Tserriednich’s downfall? #HunterxHunter #HxH

  11. Based on the events shown at the end of Hunter x Hunter Chapter 418, do you think Theta will end up causing Tserriednich’s downfall? #HunterxHunter #HxH

  12. Based on the events shown at the end of Hunter x Hunter Chapter 418, do you think Theta will end up causing Tserriednich’s downfall? #HunterxHunter #HxH

  13. what up what up yall, how goes it? :) I'm just chillin. #chillVibes #ILoveMyLife what's up with yall? i'm TheTaurusQueen on thrive, feel free to say hi hi!

  14. “Tennis-Core” Isn’t Going Anywhere. Here’s How to Make the Trend Look Stylish, Not Tacky

    3 min read As tennis season ramps up, especially with the US Open, now’s the perfect time to…
    #Tennis #News #content-type:Feature #contentId:90a09bc5-ce1a-4a96-9a7c-c29744abb885 #displayType:longformarticle #hasProduct:true #isSyndicated:false #locale:US #read_time:5 #shortTitle:TheTastefulWaytoDecorateWithTennisDecor #sponsored:false
    europesays.com/tennis/60427/

  15. Psikology VS Mekanika Suara


    gabungan konsep antara psikologi suara (persepsi mental terhadap suara), mekanika gelombang suara (fisika akustik), atau salah sebut dari psikometrika (pengukuran aspek psikologis). Tentu. Jika dibahas lebih mendalam, psikomekanika suara dapat dipahami sebagai berikut.

    A. Pengertian psikomekanika suara

    Psikomekanika suara terdiri dari 3 objek yang sebagai satuan studi. pertama adalah Kata psiko dari kata psikologi yaitu psikologi/psi·ko·lo·gi/ n ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa;1 . psiko ini berkaitan dengan proses mental, persepsi, dan pengalaman manusia, sedangkan mekanika mengacu pada proses fisik atau mekanisme kerja. dan Mekanika yang artinya 1 Fis cabang fisika mengenai gerak dan rihatnya benda dan penyebab gerak atau rihatnya benda itu; 2 ilmu tentang mesin-mesin2

    Istilah psikomekanika suara tidak merujuk pada satu ilmu pasti yang baku. Istilah ini merupakan gabungan dari psikologi (ilmu jiwa), mekanika (gerak/fisika), dan suara, yang biasanya dipakai dalam bidang pelatihan vokal, seni teater, atau terapi bicara untuk membahas bagaimana kerja fisik organ tubuh menghasilkan suara dan dipengaruhi oleh kondisi mental.

    Dalam konteks suara Psikomekanika suara berarti hubungan antara mekanisme fisik suara dengan mekanisme persepsi dan respons psikologis manusia. Psikomekanika (sering disebut juga sebagai atau bagian dari ergonomis kognitif) adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara fungsi mental manusia (psikologis) dengan gerakan mekanis tubuh atau penggunaan alat mekanis (fisik). Psikomekanika suara adalah kajian tentang hubungan antara karakteristik fisik suara dan respons psikologis manusia. Istilah ini dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana unsur akustik—seperti frekuensi, amplitudo, timbre, durasi, resonansi, dan pola ritmis—diterima oleh sistem pendengaran lalu memengaruhi persepsi, emosi, perhatian, dan respons tubuh.

    Psiko Mekanika di gunakana Memahami Persepsi Manusia seperti Mengetahui cara kerja telinga dan otak dalam menerjemahkan getaran fisik udara menjadi sebuah makna atau rasa, Mengukur batas pendengaran manusia terhadap frekuensi dan tingkat kebisingan tertentu dan Mengenal pengaruh tinggi-rendahnya nada terhadap emosi pendengar.

    Penerapan di Berbagai Bidang

    • Teknologi Audio: Membantu insinyur suara merancang alat musik, pengeras suara (speaker), dan peredam bising yang nyaman.
    • Produksi Media: Mengatur tata suara film, musik, atau game agar mampu memicu ketegangan, rasa sedih, atau kegembiraan penonton.
    • Kesehatan dan Terapi: Memanfaatkan gelombang bunyi tertentu untuk relaksasi atau pemulihan mental (sound healing). [1, 2, 3, 4]

    Dalam sains, irisan spesifik antara energi mekanis suara dan respons manusia ini juga sering dipelajari dalam cabang ilmu Psikoakustik (psychoacoustics). [1]

    Pada dasarnya, Manusia merupakan makhluk mutidimensi yang memiliki beberapa alat indera yang berfungsi sebagai sensorik interaktif, informatif, dan sebagai pendeteksi beragam kebendaan yang bersifat visual maupun auditif terhadap kehidupan sosial dalam lingkungan sekitarnya3.

    Objek yang menjadi kunci dalam penelitian psikodimanika biasanya adalah bunyi. bunyi adalah getaran atau gangguan pada medium yang dapat didengar oleh telinga manusia. Sedangkan gelombang bunyi adalah getaran pada medium (seperti udara, air, atau benda padat) yang merambat melalui medium dan menghasilkan bunyi. Bunyi sering digunakan manusia untuk alat komunikasi ataupun media infomasi yan bersifat abstrak4. Suara tidak dapat merambat melalui ruang hampa karena tidak terdapat medium untuk meneruskan getaran.

    Dalama sebuah penelitian terbaharukan yang di lakukan Heruddin, dkk. menemukan bahwa hubungan amplitudo dan frekuensi terhadap cepat rambat gelombang bunyi di medium udara dan air adalah sama. Amplitudo dan frekuensi bunyi berbanding lurus dengan cepat rambat bunyi baik itu di udara maupun di air. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bahwa gelombang bunyi lebih cepat merambat pada medium air daripada medium udara5. Gelombang bunyi lebih cepat merambat pada medium air karena pada zat cair atau medium air itu partikel-partikelnya lebih berdekatan daripada partikel-partikel yang terdapat pada udara, sehingga gelombang bunyi akan lebih cepat dirambatkan6. Jarak sangat mempengaruhi perambatan bunyi, dalam hal ini maksud dari jarak yaitu jarak kerapatan suatu partikel 7“.

    A. Bunyi  Sebagai Objek Psikodinamika Suara

    Pada dasarnya, Bunyi ( suara) bisa dapat berasal dari berbagai sumber. termasuk getaran objek atau medium di sekitarnya. Objek yang bergetar menciptakan gelombang bunyi saat molekul di sekitarnya bergantian bergerak dan berdesakan. Sumber bunyi dapat berasal dari alam, seperti gemuruh petir atau suara ombak, maupun dari aktivitas manusia, seperti bicara, alat musik, atau mesin.

    Gambar 1. jenis jenis BEntuk Gelomba

    Gelombang bunyi banyak bentuknya ( lihat gambar 1 ). Dalam kehidupan sehari-hari,
    sesungguhnya kita menangkap bunyi melalui udara dan partikel gas, tingkat kecepatan yang dihasilkan bunyi tergantung dari jarak yang di keluarkan oleh sumber bunyi tersebut, semakin dekat medium penghantar bunyi, semakin cepat pula bunyi tersebut ditangkap dan diterima. Akan tetapi kecepatan bunyi tersebut tidaklah tetap tergantung dari tingkat kerapatan suhu dan kelembaban udara disekitarnya8. Para peneliti mencatat bahwa gelombang bunyi merambat lebih cepat dalam medium dengan suhu tinggi dibanding dalam suhu rendah (Christina, 2002)9.

    Pada dasarnya medium penghantar bunyi bisa bermacam-macam sifat dan bentuknya, bisa berupa zat padat, cair, dan gas, tergantung dari sejauh mana sifat kebendaan ersebut bisa menghantarkan bunyi melalui udara. Sifat-sifat bunyi bisa di ukur melalui hukum fisika, misalnya frekuensi adalah satuan kecepatan pada bunyi yang diukur dalam satuan getaran yang di sebut Hertz(Hz), sedangkan kenyaringan bunyi atau amplitude diukur oleh satuan desibel (dB). Jumlah getaran yang terjadi setiap detik tersebut sangat tergantung pada jenis objek yang bergetar (Christina, 2002).10

    Dalam konteks psikomekanika atau psikodinamika suara, karakteristik fisik ini merupakan lapisan objektif yang kemudian dapat dikaitkan dengan bagaimana suara dirasakan, ditafsirkan, dan memengaruhi keadaan psikologis manusia. adapaaun penjelasnaya sebagai berikut :

    1. Getaran Benda Padat: Benda padat seperti alat musik, logam, atau kayu dapat menghasilkan bunyi saat mereka bergetar. Getaran ini menciptakan gelombang bunyi yang merambat melalui benda tersebut dan ke udara di sekitarnya. Contohnya termasuk senar gitar yang dipetik, tangisan bel, atau suara ketukan palu.
    2. Getaran Gas, Cairan, dan Padatan: Benda padat bukan satu-satunya sumber bunyi; gas, cairan, dan padatan juga dapat bergetar dan menciptakan bunyi. Misalnya, getaran udara menciptakan suara, seperti angin bertiup atau suara percikan air. Begitu juga dengan cairan, seperti suara ombak yang memecah di pantai. Bahkan, getaran di dalam padatan, meskipun tidak terdengar oleh telinga manusia, masih bisa diukur dan dianalisis menggunakan peralatan khusus.
    3. Proses Kimiawi: Beberapa reaksi kimia dapat menghasilkan bunyi. Contohnya adalah suara yang dihasilkan oleh reaksi kimia yang terjadi dalam kembang api atau petasan. Selama reaksi, gas yang dihasilkan dapat menciptakan gelombang bunyi saat mereka bergerak melalui udara.
    4. Sumber Biologis: Organisme hidup, termasuk manusia dan hewan, juga merupakan sumber bunyi. Suara manusia, hewan, burung, serangga, dan amfibi adalah contoh bunyi biologis. Bunyi ini dihasilkan oleh getaran struktur anatomi yang berbeda, seperti suara yang dihasilkan oleh getaran pita suara manusia atau nyanyian burung.
    5. Sumber Buatan Manusia: Sumber bunyi buatan manusia termasuk berbagai perangkat dan teknologi, seperti pengeras suara, radio, televisi, dan perangkat musik elektronik. Suara ini dihasilkan melalui getaran di dalam perangkat elektronik dan dirancang untuk disebarkan melalui udara atau media lainnya.
    6. Fenomena Alam: Fenomena alam tertentu, seperti guntur atau ledakan gunung berapi, adalah sumber bunyi yang spektakuler. Suara guntur, misalnya, dihasilkan oleh pelepasan energi selama kila

    Bunyi sebagai objek yang di teliti, sifat – sifatnya yang dapat diukur secara objektif melalui parameter gelombang bunyi. hal ini di perlukan  karena membantu para enginer bunyi di berbagia bidang dalam menentukan standarisasi yang membantu manusia lainyatidak mengalami rusak gendang telinganya. Bunyi merambat dalam bentuk gelombang longitudinal, di mana partikel-partikel medium bergerak sejajar dengan arah perambatan bunyi. Medium untuk merambatnya bunyi dapat berupa udara, air, atau padat seperti kayu atau logam. Propagasi bunyi melibatkan kompresi dan dekompresi berturut-turut dari partikel-partikel medium, menciptakan gelombang bunyi.

    Karena pada dasarnya,  Proses pendengaran melibatkan mekanisme transfer energi fisik, di mana gelombang suara diterima oleh telinga luar, diperkuat oleh tulang pendengaran di telinga tengah, dan menggerakkan cairan di koklea untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Sinyal listrik ini diteruskan melalui saraf pendengaran ke batang otak dan diproses di korteks serebral, memungkinkan manusia untuk memahami suara11. ( lihat Gambar 2 )tempat secara kondusif ( pendengaran manusia). Karena pada dasarmya,  Proses pendengaran melibatkan mekanisme transfer energi fisik, di mana gelombang suara diterima oleh telinga luar, diperkuat oleh tulang pendengaran di telinga tengah, dan menggerakkan cairan di koklea untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Sinyal listrik ini diteruskan melalui saraf pendengaran ke batang otak dan diproses di korteks serebral, memungkinkan manusia untuk memahami suara11. ( lihat Gambar 2 )

    gambar 2 MEKANISME MENDENGAR PADA MANUSIA

    Sistem pendengaran manusia dapat dibagi menjadi dua bagian utama: sistem pendengaran perifer dan sistem pendengaran pusat. Sistem pendengaran perifer terdiri dari telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam, yang berfungsi untuk menangkap, menguatkan, dan mengirimkan gelombang suara ke otak. Setelah suara diproses di telinga dalam, sinyal listrik yang dihasilkan dikirimkan melalui saraf pendengaran ke batang otak. Di batang otak, energi listrik ini akan diteruskan ke korteks serebral yang terletak di wilayah gyrus temporal superior, di mana proses pengolahan suara lebih lanjut terjadi (Rahmat et al., 2023).12

    Kecenderungan pendengaran manusia dalam menangkap suara mempunyai batasan yang telah terukur oleh hitungan Hz dan dB, sehingga manusia bisa menentukan titik terendah hingga titik tertinggi dalam setiap bunyi atau suara yang dihasilkan oleh medium tertentu13. Hal inilah yang manjadikan manusia bisa memerasakan getaran tinggi-rendah, kuat-lemah, dan warna suara dan menmuculkan persepsi teretentu.

    Standar kesehatan internasional menetapkan ambang batas kebisingan harian yang aman adalah antara 85-90 dB. Suara di atas 90 dB masuk kategori berbahaya dan memerlukan alat pelindung telinga ( lihat gambar 3 ) . Terutama bagi mereka yang bekerja di lingkungan bising. Paparan suara sound horeg dengan intensitas 130 dB hanya dapat ditoleransi tubuh selama kurang lebih 1,5 detik tanpa risiko kerusakan. Lebih dari itu, risiko kerusakan sel rambut koklea bersifat permanen yang berujung pada gangguan pendengaran bahkan tuli.

    Gamabar 3 Batas aman area bisisng
    Sumber: NIOSH/Criteria for a Recommended Standard–Occupational Noise Exposure, 1998

    Dampak jangka panjang dari paparan suara keras ini sangat merugikan, terutama jika terjadi pada usia muda. Kerusakan sel rambut koklea menyebabkan gangguan pendengaran permanen, dengan risiko tuli terjadi di masa produktif, bukan hanya ketika usia lanjut. Hal ini dapat menghambat kemampuan individu dalam bekerja maupun berinteraksi sosial.

    Gejala awal yang kerap diabaikan adalah tinnitus atau telinga berdenging yang hilang timbul. Jika paparan suara keras terus berlanjut, tinnitus berkembang menjadi gangguan pendengaran nyata, seperti kesulitan menangkap percakapan dalam keramaian.

    Untuk mengurngi Keruskan pada gwndang telinga, perlu diadakan pengukuran bunyi  agar seperti :

    a. Frekuensi (Frequency)

    Frekuensi adalah jumlah getaran gelombang suara dalam satu detik, dinyatakan dalam Hertz (Hz). Suara manusia merupakan sinyal multidimensi yang membawa berbagai jenis informasi seperti frekuensi dasar (Pitch), energi dan durasi pengucapan. Sinyal suara juga dapat menyampaikan banyak informasi tentang pembicara seperti jenis kelamin, usia, identitas individu dan aspek lainnya (Devi , Erwin, & Surbakti, 2017). Pitch (F0) merupakan nilai perbedaan frekuensi suara yang disebabkan oleh membuka dan menutupnya pita suara (Bhaskoro & D, 2012).14

    Secara awam, ada Frekuensi tinggi dimaana suara terdengar lebih tinggi/nyaring ada juga Frekuensi rendah dimana suara terdengar lebih rendah/bas. Contohnya Nada A4 pada musik standar = 440 Hz, Suara bass memiliki komponen frekuensi rendah atau Suara soprano memiliki komponen frekuensi relatif tinggi. Secara matematis, frekuensi biaa di hutung dengan rumus berikut ini ( Lihat Gambar 4 )

    Lihat Gambar 4. Eumus Frekuensi

    Keterangan:

    • f = frekuensi (Hz)
    • T = periode getaran (detik)
    • n = banyaknya getaran

    b. Amplitudo (Amplitude).

    Amplitudo menunjukkan besar simpangan atau energi gelombang suara dari posisi keseimbangannya. Intinya adalah Semakin besar amplitudo, umumnya suara dipersepsikan semakin keras. kan tetapi hal tersebut bukan berarti dilihat dari keras ataupun pelanya tekanan suara, namun dilihat dari kuat lemahnya sebuah sistem suara yang dihasilkan yang dinamakan amplitudo15. Dalam Kamus  Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 1 Fis simpangan yang paling jauh dari titik keseimbangan pada getaran; 2 Geo selisih suhu tahunan atau suhu harian; 3 Ling jarak antara puncak gelombang bunyi dan titik rata-rata16 LIhat gambar 5

    Gambar 5 gamabar amplitudo

    Gambar 5 ini menjelaskan dua konsep utama karakteristik gelombang (seperti gelombang bunyi atau transversal), yaitu Frekuensi dan Amplitudo.

    1. Perbandingan Frekuensi (Bagian Atas) Frekuensi menentukan jumlah gelombang atau getaran yang terjadi dalam satuan waktu tertentu:

    • Frekuensi lebih tinggi (kiri atas): Puncak dan lembah gelombang terlihat lebih rapat. Artinya, terjadi lebih banyak gelombang dalam periode waktu yang sama (pada gelombang bunyi, ini menghasilkan nada yang lebih tinggi/melengking).
    • Frekuensi lebih rendah (kanan atas): Gelombang terlihat lebih renggang. Jumlah gelombang dalam periode waktu yang sama lebih sedikit (nada bunyi lebih rendah/bass).

    2. Perbandingan Amplitudo (Bagian Bawah) Amplitudo adalah tinggi gelombang diukur dari garis tengah/keseimbangan (simpangan maksimum):

    • Amplitudo lebih besar (kiri bawah): Gelombang memiliki simpangan lebih jauh (puncaknya lebih tinggi dan lembahnya lebih dalam). Pada gelombang bunyi, amplitudo besar menghasilkan suara yang lebih keras (volume tinggi).
    • Amplitudo lebih kecil (kanan bawah): Gelombang memiliki simpangan lebih pendek/dekat dari garis tengah. Ini menghasilkan suara yang lebih pelan (volume rendah).

    Lebih jelasnya amplitudo merupakan simpangan terjauh yang terjadi pada gelombang sinusiodal. Adapun pengertian yang lain dari amplitudo yaitu pengukuran skalar non negatif dari besar osilasi gelombang.

    Osilasi merujuk pada gerakan bolak balik suatu benda dari satu titik hingga kembali ketitik semula secara berulang. Dalam pengukuran audio, tingkat tekanan bunyi biasanya dinyatakan dalam desibel (dB). Perlu dibedakan antara amplitudo sebagai sifat fisik gelombang dan loudness sebagai pengalaman subjektif manusia terhadap keras-lembutnya suara.

    gambar 6 kualifikasi amplitudo getaran

    Gambar 6 merupakan ilustras dari kualifikasi amplitudo getaran yang mana akan kita berikan penjelasan apa makna dan perbedaan dari masing masing tersebut:

    1. Nilai Puncak ke Puncak (Peak to Peak)

    Nilai amplitudo ini merupakan amplitudo yang kita ukur dari puncak atas ( DC ) menuju puncak bawah ( AC ). Pengukuran demikianlah yang menjadikan namanya adalah puncak ke puncak ( peak to peak ). Pengukuran demikian di tujukan untuk melihat ekskrusi maksimum dari pada suatu gelombang. Pengukuran peak-peak sangat krusial dalam sinyal audio. Pengukuran ini penting karena untuk mengetahui jarak total amplitudo dari titik terendah ke tertinggi, guna mencegah distorsi dan melindungi perangkat keras dari kerusakan. Selain itu  kuantitas ini ditujukan untuk mengetahui perpindahan bagian mesin akibat getaran yang penting untuk menghitung tegangan maksimum pada material  mesin.

    2. Nilai Puncak (Peak)

    Nilai  amplitudo puncak ini berfungsi guna menunjukan  tingkat guncangan durasi pendek. Akan tetapi nilai ini hanya menunjukan tingkat maksimum getaran yang terjadi pada satu  titik waktu tertentu. Hubungan antara tingkat desibel (peak suara) dan psikomekanika terletak pada bagaimana getaran mekanis suara berinteraksi dengan respons fisik (biologis) dan mental (psikologis) manusia. Tolak ukur tingkat suara atau peak yang berpotensi merusak telinga manusia dimulai dari 85 desibel (dB) untuk paparan jangka panjang, dan 140 dB untuk suara dentuman singkat atau peak ekstrem yang bisa langsung merusak pendengaran seketika. Berikut adalah daftar lengkap contoh sumber suara dari yang paling sunyi hingga yang paling ekstrem (peak merusak), dikelompokkan berdasarkan tingkat desibel (dB) dan batas waktu aman bagi telinga manusia:

    1. Tingkat Sangat Sunyi (0 dB – 30 dB) Aman sepenuhnya, tidak ada risiko kerusakan. 0 dB adalah Batas terendah pendengaran manusia (ambang mutlak). 10 dB adalah Suara napas normal seseorang. 20 dB adlah Gesekan daun tertiup angin sepoi-sepoi. 30 dB adalah Bisikan pelan atau suasana ruang perpustakaan sunyi.
    2. Tingkat Sedang & Aman (40 dB – 70 dB) Aman untuk didengar terus-menerus tanpa batasan waktu. 40 dB adalah Suara rintik hujan pelan atau dengung kulkas. 50 dB adalah Suara suasana kantor yang tenang atau wilayah pinggir kota. 60 dB adalah Percakapan normal antara dua orang. 70 dB adalah Suara mesin penyedot debu (vacuum cleaner) atau lalu lintas pinggir jalan.
    3. Tingkat Mulai Berbahaya (80 dB – 90 dB). Kerusakan sel rambut telinga dimulai jika terpapar dalam jangka panjang. 80 dB: Suara jam weker keras atau restoran yang ramai (Batas aman: 24 jam). 85 dB: Suara blender atau lalu lintas kota yang padat (Batas aman: 8 jam). 90 dB: Suara pengering rambut (hairdryer) atau mesin potong rumput (Batas aman: 2 jam).
    4. Tingkat Mulai Berbahaya (80 dB – 90 dB). Kerusakan sel rambut telinga dimulai jika terpapar dalam jangka panjang.Kerusakan sel rambut telinga dimulai jika terpapar dalam jangka panjang. Tingkat Berisiko Tinggi (95 dB – 115 dB) Kerusakan pendengaran terjadi dalam waktu singkat. 95 dB: Suara sepeda motor tanpa peredam/knalpot bising (Batas aman: 47 menit). 100 dB: Suara bor listrik, mesin pabrik, atau traktor (Batas aman: 15 menit). 105 dB: Volume maksimal gawai/earphone atau konser musik (Batas aman: 4 menit). 110 dB: Suara gergaji mesin (chainsaw) atau teriakan keras di telinga (Batas aman: 1,5 menit). 115 dB: Suara klakson mobil jarak dekat atau konser musik rock ekstrem (Batas aman: 30 detik).
    5. Peak Merusak Seketika (120 dB – 150+ dB) Ambang batas nyeri fisik. Kerusakan saraf dan robek gendang telinga terjadi instan. 120 dB: Suara sirine ambulans atau pesawat jet lepas landas jarak dekat. 130 dB: Suara lepas landas pesawat jet militer dari dek kapal induk. 140 dB: Suara tembakan senjata api (senapan/pistol) atau ledakan petasan besar. 150 dB: Suara peluncuran roket luar angkasa di dekat area landasan.

    3. Nilai Rata Rata (Average)

    Amplitudo rata rata ini memiliki nilai yang sudah memperhitungkan waktu durasi getaran yang terjadi. Akan tetapi dianggap mempunyai fungsi yang terbatas karena pada perhitungannya nilai negatif pada gelombang sinusoidal getaran seakan akan meniadakan.

    4. Nilai Root Mean Square (RMS)

    Nilai root mean square atau biasa kita sebut dengan nilai asli atau juga nilai yang sebenarnya yaitu amplitudo yang paling relevan, karena selain buat memperhitungkan waktu, metode perhitungan amplitudo RMS yang mengadratkan nilai negatif sinusiodal getaran sehingga memberikan nilai amplitudoyang lebih tepat dan tidak ada nilai negatif. Persamaan amplitudo merupakan sampingan dari rumus periode, frekuensi dan simpangan sebuah gelombang, yaitu ( LIhat gambar 7)

    Gmbar 7 Rumus Amplitudo

    Keterangan

    • T = Periode (s)
    • t = Waktu melakukan getaran (s)
    • n = Banyaknya getaran

    f = n/t

    Keterangan

    • f = Frekuensi getaran (Hz)

    y = A sin ω t

    Keterangan

    • y = Simpangan gelombang (m)
    • A = Amplitudo gelombang (m)
    • ω = Kecepatan sudut gelombang (rad/s)
    • t = Waktu  gelombang (s)

    5. Panjang Gelombang (Wavelength)

    Panjang gelombang adalah jarak antara dua titik yang memiliki fase sama pada suatu gelombang, misalnya dari satu puncak ke puncak berikutnya. Dalam fisika, panjang gelombang (disimbolkan dengan huruf Yunani lambda, λ) adalah jarak antara dua puncak atau lembah gelombang yang berurutan. Satuan ukuran standar internasional untuk panjang gelombang adalah meter (m). Cara Mengukur :

    • Gelombang Longitudinal: Jarak dari satu pusat rapatan ke rapatan berikutnya, atau renggangan ke renggangan berikutnya
    • Gelombang Transversal: Jarak dari satu puncak ke puncak berikutnya, atau dari satu lembah ke lembah berikutnya.

    Adapaun rumusnya sebagai berikut :

    λ = v/f

    Keterangan:

    • λ = panjang gelombang
    • v = kecepatan suara
    • f = frekuensi

    Jika frekuensi meningkat, panjang gelombang akan semakin pendek, dengan asumsi medium yang sama.

    6. Kecepatan Bunyi (Speed of Sound)

    Suara membutuhkan medium untuk merambat, seperti udara, air, atau benda padat.

    Di udara pada sekitar 20°C, kecepatan suara kira-kira:

    Kecepatan tersebut berubah tergantung kondisi medium, terutama temperatur dan sifat material.

     Kecepatan perambatan bunyi bergantung pada medium yang digunakan. Bunyi merambat lebih cepat melalui padat dibandingkan dengan cairan, dan lebih cepat melalui cairan dibandingkan dengan gas. Sebagai contoh, bunyi merambat dengan kecepatan sekitar 343 meter per detik (m/s) pada udara pada suhu 20 derajat Celsius.

    7. Spektrum Frekuensi (Frequency Spectrum)

    Suara nyata hampir selalu terdiri dari banyak frekuensi, bukan hanya satu frekuensi.

    Misalnya sebuah nada musik dapat terdiri atas:

    • frekuensi fundamental → frekuensi utama yang menentukan tinggi nada;
    • harmonik/partial → komponen frekuensi di atas fundamental;
    • komponen frekuensi lain yang membentuk karakter suara.

    Spektrum inilah yang sangat penting dalam pembentukan timbre atau warna suara.

    8. Fase (Phase)

    Fase menunjukkan posisi suatu gelombang dalam siklus getarannya.

    Dua gelombang dengan frekuensi yang sama dapat memiliki fase berbeda.

    Perbedaan fase dapat menyebabkan:

    • penguatan suara (constructive interference);
    • pelemahan atau pembatalan sebagian suara (destructive interference).

    Fenomena ini sangat penting dalam sistem stereo, mikrofon, speaker, dan akustik ruangan.

    9. Bentuk Gelombang (Waveform)

    Waveform menggambarkan bentuk perubahan tekanan atau amplitudo suara terhadap waktu.

    Beberapa bentuk dasar: Bentuk gelombang Karakter umum Sine wave Satu frekuensi fundamental Square wave Banyak harmonik ganjil Sawtooth wave Kaya harmonik Triangle wave Harmonik lebih terbatas

    Dalam musik elektronik, bentuk gelombang sangat menentukan warna dan karakter synthesizer.

    10. Envelope Suara

    Envelope menunjukkan bagaimana amplitudo suara berubah dari awal hingga akhir bunyi.

    Salah satu model yang paling terkenal adalah ADSR:

    A — Attack → bagaimana suara muncul
    D — Decay → bagaimana suara turun setelah attack
    S — Sustain → tingkat suara yang dipertahankan
    R — Release → bagaimana suara menghilang

    Karakteristik fisik tersebut kemudian diterjemahkan oleh sistem pendengaran menjadi persepsi psikologis seperti  Karakteristik fisik Persepsi utama Frekuensi Pitch / tinggi-rendah nada Amplitudo & tekanan bunyi Loudness / keras-lembut Spektrum & harmonik Timbre / warna suara Durasi & envelope Persepsi karakter temporal Fase & perbedaan waktu Lokalisasi/spasial suara Bentuk gelombang Membentuk karakter timbral

    Contoh:

    • Piano → attack relatif cepat, kemudian mengalami decay.
    • Biola → attack dapat dibentuk secara bertahap.
    • Drum → attack sangat cepat dan kemudian energi cepat menurun.

    C. Hubungan suara dengan Psikologi ( Psikomekanika Suara)

    Suara adalah stimulus psikologis yang kuat karena mampu memicu respons emosional, kognitif, dan fisiologis secara instan.

    Hubungan suara dan psikologi sangat erat karena suara tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga menjadi stimulus sensorik yang dapat memengaruhi emosi, perhatian, persepsi, ingatan, dan perilaku manusia. Dalam proses nya,  d urutkna dari Getaran fisik → gelombang suara → telinga → sistem pendengaran → persepsi psikologis → respons emosional/kognitif.

    Secara ilmiah, Otak manusia memproses getaran suara melalui sistem auditori yang terhubung langsung dengan sistem limbik—pusat kendali emosi dan memori. Hal ini menjelaskan mengapa suara tertentu bisa mengubah suasana hati seseorang dalam hitungan deti

    Dalam psikologi, suara bukan hanya dipahami sebagai gelombang bunyi, tetapi sebagai stimulus yang dapat memengaruhi persepsi, emosi, kognisi, perilaku, dan respons fisiologis manusia Basil dari penerjemahan German gelomb Adam .

    1. Suara sebagai stimulus psikologis

    Ketika suara masuk melalui sistem pendengaran, otak mengolah beberapa karakteristik utama:

    • Pitch (tinggi-rendah nada) → dapat memberikan kesan tegang, tenang, ceria, atau gelap.
    • Loudness (keras-lembut) → suara keras cenderung meningkatkan kewaspadaan, sedangkan suara lembut sering diasosiasikan dengan ketenangan.
    • Timbre (warna suara) → memungkinkan manusia membedakan sumber suara, misalnya suara manusia, gitar, piano, atau suara alam.
    • Rhythm (ritme) → pola berulang dapat memengaruhi perhatian, gerakan tubuh, dan respons emosional.
    • Tempo → tempo cepat dapat meningkatkan arousal atau aktivasi psikologis, sedangkan tempo lambat dapat membantu menurunkannya.

    Pengaruh Suara Terhadap Psikologi Manusia

    Suara memengaruhi kondisi psikologis manusia melalui empat dimensi utama: [1]

    2. Respons Emosional dan Suasana Hati (Mood)

    Suara mempunyai kemampuan kuat dalam menyampaikan dan membangkitkan emosi. Bahkan sebelum memahami makna kata-kata, manusia dapat menangkap perubahan intonasi, tekanan, tempo, dan kualitas suara.Suara mempunyai kemampuan kuat dalam menyampaikan dan membangkitkan emosi. Bahkan sebelum memahami makna kata-kata, manusia dapat menangkap perubahan intonasi, tekanan, tempo, dan kualitas suara. Contohnya :

    • Suara Alam: Kicauan burung atau gemericik air memicu rasa tenang dan menurunkan tingkat stres.
    • Musik: Genre musik tertentu dapat meningkatkan hormon dopamin (kebahagiaan) atau memicu kesedihan.
    • Noise (Kebisingan): Suara bising yang konstan dapat memicu pelepasan hormon kortisol (stres) dan rasa frustrasi. [1, 2, 3, 4, 5]

    3. Fungsi Kognitif dan Fokus

    • White Noise: Suara konstan seperti dengung kipas angin membantu menyamarkan gangguan suara luar dan meningkatkan konsentrasi.
    • Tempo Musik: Musik dengan tempo cepat dapat mempercepat ritme kerja, sementara tempo lambat cocok untuk berpikir mendalam.
    • Distraksi: Suara percakapan orang lain di sekitar cenderung menurunkan produktivitas karena otak secara otomatis mencoba memproses kata-kata tersebut. [1, 2, 3, 4]

    3. Perubahan Fisiologis (Psikofisiologi)

    • Denyut Jantung: Suara yang mengejutkan atau bertempo cepat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
    • Gelombang Otak: Suara frekuensi rendah yang menenangkan dapat mengubah gelombang otak ke mode alfa atau theta yang merangsang relaksasi mendalam. [1, 2, 3, 4, 5]

    4. Asosiasi Memori (Efek Nostalgia)

    • Pemicu Memori: Suara tertentu (seperti lagu lama atau suara hujan) dapat mengaktifkan kembali memori masa lalu secara spesifik beserta emosi yang menyertainya.

    Aplikasi Praktis Psikologi Suara

    Dalam kehidupan sehari-hari, stimulasi suara dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan:

    • Terapi Suara (Sound Therapy): Menggunakan singing bowls atau musik meditasi untuk mengatasi kecemasan dan insomnia.
    • Audio Marketing: Toko retail memutar musik bertempo lambat agar pelanggan betah berbelanja lebih lama.
    • Desain Produk: Suara pintu mobil yang tertutup dengan mantap didesain khusus untuk memberi kesan psikologis bahwa mobil tersebut aman dan mewah

    2. Suara dan emosi

    Suara mempunyai hubungan kuat dengan emosi. Manusia dapat mengenali keadaan emosional bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui karakter suara.

    Misalnya:

    • suara dengan intonasi tinggi dan cepat dapat dipersepsikan sebagai antusias, takut, atau cemas;
    • suara rendah, lambat, dan stabil dapat memberikan kesan tenang atau serius;
    • suara yang kasar, keras, dan tidak teratur dapat menimbulkan ketegangan atau rasa tidak nyaman.

    Dalam psikologi musik, konsep yang penting adalah arousal, yaitu tingkat aktivasi psikologis yang ditimbulkan oleh stimulus suara.

    Suara dan emosi saling terhubung erat karena otak manusia memproses nada suara, intonasi, dan perasaan lebih cepat daripada arti kata-kata literal. Cara seseorang berbicara—seperti tinggi rendahnya nada (pitch), kecepatan tempo, dan kekuatan suara—mencerminkan isi hati serta memengaruhi emosi pendengarnya secara langsung. [1, 2, 3]

    Hubungan Karakteristik Suara dan Emosi

    • Nada tinggi (high pitch): Sering dikaitkan dengan emosi intens seperti marah, takut, gembira, atau terkejut.
    • Nada rendah (low pitch): Menandakan ketenangan, kesedihan, kelelahan, atau wibawa.
    • Tempo cepat: Menunjukkan kecemasan, kegelisahan, antusiasme, atau kemarahan yang meluap-luap.
    • Tempo lambat: Menggambarkan rasa sedih, depresi, kehati-hatian, atau kejenuhan.
    • Volume kuat: Mencerminkan dominasi, kemarahan, atau kegembiraan yang besar.
    • Volume lembut: Menyampaikan rasa aman, keintiman, kesedihan, atau kelembutan hati. [1, 2, 3, 4, 5]

    3. Suara dan psikologi komunikasi

    Dalam komunikasi manusia, suara merupakan bagian penting dari paralinguistik. Dalam komunikasi interpersonal, cara seseorang mengucapkan sesuatu dapat memiliki pengaruh besar terhadap interpretasi pesan.
    Makna tidak hanya berada pada kata, tetapi juga pada:

    apa yang dikatakan + bagaimana cara mengatakannya.

    • Pesan Tersirat: Kalimat yang sama persis bisa bermakna sangat berbeda jika diucapkan dengan nada atau emosi yang tidak sama. [1]
    • Respon Otak: Bentakan atau nada tinggi memicu respons pertahanan diri di otak, membuat seseorang merasa terancam atau ingin marah balik. Sebaliknya, suara yang lembut membuka ruang komunikasi yang lebih tenang. [1, 2]
    • Teknologi Pengenal Emosi: Saat ini, komputer menggunakan sistem Speech Emotion Recognition (SER) untuk membaca pola vokal manusia guna mendeteksi emosi tersembunyi di balik kata-kata. [1]

    Contohnya, kalimat “Saya baik-baik saja” dapat memiliki makna berbeda jika diucapkan dengan suara tenang, gemetar, datar, atau marah.

    Karena itu, suara dapat menjadi indikator:

    • emosi,
    • sikap,
    • kepercayaan diri,
    • dominasi,
    • kecemasan,
    • ketertarikan,
    • dan kondisi interpersonal.

    Dengan demikian, suara mempunyai dua lapisan:
    Pesan verbal → apa yang dikatakan
    Pesan vokal → bagaimana sesuatu dikatakan

    Aspek vokal sering disebut paralinguistik, yang mencakup intonasi, volume, kecepatan berbicara, jeda, tekanan, dan kualitas suara.

    4. Suara dan respons tubuh

    Suara tertentu juga dapat memicu respons fisiologis. Bunyi mendadak dan keras, misalnya, dapat memunculkan startle response berupa terkejut, peningkatan perhatian, dan aktivasi sistem saraf.

    Sebaliknya, suara yang familiar dan berulang secara stabil dapat memberikan rasa aman melalui mekanisme prediktabilitas dan pembiasaan.

    Secara sederhana:
    Suara → sistem pendengaran → otak → interpretasi → emosi → respons fisiologis/perilaku
    Karena itu, suara dapat dipelajari bukan hanya dari aspek akustik, tetapi juga dari aspek psikoakustik dan psikofisiologis.

    5. Suara dalam psikologi musik

    Dalam musik, pengaruh psikologis suara dapat dianalisis melalui hubungan:

    suara → persepsi → emosi → respons tubuh → perilaku.

    Contohnya:

    frekuensi + intensitas + timbre + ritme + harmoni → persepsi auditori → respons emosional.

    Inilah yang kemudian menjadi dasar kajian seperti psikologi musik, psikoakustik, psikodinamika suara, dan psikomekanika suara.

    6. Perbedaan psikologi suara dan psikoakustik

    Keduanya berkaitan tetapi tidak sama.

    Psikoakustik lebih berfokus pada bagaimana manusia merasakan dan mempersepsikan karakteristik fisik suara, seperti frekuensi, intensitas, masking, dan loudness.

    Psikologi suara lebih luas, yaitu membahas bagaimana suara kemudian berhubungan dengan emosi, ingatan, perhatian, perilaku, komunikasi, dan pengalaman subjektif.

    Secara sederhana:

    Psikoakustik = bagaimana suara dipersepsikan.
    Psikologi suara = bagaimana suara memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku.

    Untuk kajian musik yang lebih mendalam, suara dapat pula dianalisis melalui psikodinamika suara, yaitu hubungan antara karakter bunyi dengan proses psikologis dan emosional manusia.

    C. Mekanisme dasar Psikomekanika suara dalam musik

    Secara sederhana, Psikomekanika suara di urutkna sebagai berikut mulai dari Sumber suara → gelombang akustik → telinga → sistem saraf → persepsi → respons psikologis. Contohnya :

    • Frekuensi tinggi → sering dipersepsikan lebih tajam, tegang, atau menusuk.
    • Frekuensi rendah → dapat memberikan kesan berat, dalam, kuat, atau mengancam.
    • Amplitudo keras → meningkatkan rangsangan dan kewaspadaan.
    • Suara lembut → cenderung memberikan kesan tenang atau intim.
    • Timbre terang → dapat terasa lebih energik atau menonjol.
    • Timbre gelap → dapat memberikan kesan berat, misterius, atau hangat.
    • Perubahan dinamika mendadak → dapat menghasilkan efek kejut atau meningkatkan perhatian.
    • Ritme berulang → dapat memengaruhi perhatian, gerakan tubuh, dan keadaan emosional.

    E. Psikomekanika dalam musik

    Dalam musik, psikomekanika suara dapat dikaji melalui hubungan antara parameter akustik dan pengalaman musikal: Parameter suara Persepsi yang mungkin muncul Efek psikologis Frekuensi Tinggi/rendah Tegang, ringan, berat Amplitudo Keras/lembut Energi, kewaspadaan, ketenangan Timbre Warna suara Karakter dan emosi Durasi Pendek/panjang Ketegangan, kesinambungan Ritme Teratur/tidak teratur Gerakan, ekspektasi Harmoni Konsonan/disonan Stabilitas/ketegangan Spektrum Terang/gelap Intensitas dan karakter emosional Resonansi Penuh/kering Kedalaman dan ruang suara

    3. Hubungannya dengan psikologi musik

    Psikomekanika suara dapat ditempatkan pada pertemuan tiga bidang:

    Akustik → Psikoakustik → Psikologi musik

    • Akustik: mempelajari sifat fisik gelombang suara.
    • Psikoakustik: mempelajari bagaimana manusia mendengar dan mempersepsikan suara.
    • Psikologi musik: mempelajari bagaimana musik memengaruhi kognisi, emosi, perilaku, dan pengalaman manusia.

    Jadi, jika Anda sedang mengkaji skala musik, harmoni, timbre, atau suara, psikomekanika dapat menjadi kerangka untuk menjelaskan mengapa struktur suara tertentu menghasilkan pengalaman psikologis tertentu.

    4. Contoh pada skala musik

    Misalnya pada skala hexatonik yang sedang Anda kaji. Kita dapat membandingkan dua jenis skala:

    Hexatonik simetris
    → memiliki pola interval yang teratur/berulang
    → menciptakan ambiguitas tonal dan keseimbangan
    → dapat memberikan persepsi musikal yang relatif tidak memiliki pusat tonal yang kuat.

    Hexatonik asimetris
    → distribusi interval tidak sama
    → lebih mudah membentuk hierarki nada tertentu
    → dapat menghasilkan kesan arah, ketegangan, dan resolusi yang lebih kuat.

    Kata psiko berkaitan dengan proses mental, persepsi, dan pengalaman manusia, sedangkan mekanika mengacu pada proses fisik atau mekanisme kerja.

    Dalam konteks suara:

    Psikomekanika suara = hubungan antara mekanisme fisik suara dengan mekanisme persepsi dan respons psikologis manusia.

    Prosesnya dapat digambarkan:

    Getaran sumber suara

    Gelombang suara di udara

    Telinga menangkap gelombang

    Gendang telinga dan tulang pendengaran bergetar

    Koklea mengubah getaran menjadi impuls saraf

    Otak mengolah informasi suara

    Persepsi nada, keras, timbre, ruang, dan pola

    Respons emosional/kognitif/fisiologis

    Jadi, suara tidak langsung menghasilkan emosi. Ada proses sensorik → perseptual → kognitif → emosional yang kompleks.

    2. Unsur fisik suara

    Untuk memahami psikomekanika, pertama-tama perlu memahami parameter dasar suara.

    A. Frekuensi

    Frekuensi menunjukkan jumlah getaran per detik dan diukur dalam Hertz (Hz).

    Contoh:

    • 100 Hz → suara rendah
    • 440 Hz → nada A4 standar
    • 1.000 Hz → suara lebih tinggi

    Secara perseptual, frekuensi berkaitan dengan pitch atau tinggi-rendahnya nada.

    Namun hubungan frekuensi dan pitch tidak selalu sederhana. Persepsi pitch juga dipengaruhi oleh harmonik, konteks musik, intensitas, dan pengalaman pendengar.

    B. Amplitudo

    Amplitudo berhubungan dengan besar kecilnya variasi tekanan suara.

    Secara psikologis, manusia mempersepsikannya terutama sebagai loudness atau keras-lembutnya suara.

    Contoh:

    pp → p → mp → mf → f → ff

    Dalam musik, perubahan amplitudo dapat menciptakan:

    • ketegangan,
    • kejutan,
    • klimaks,
    • relaksasi,
    • penekanan emosional.

    C. Timbre

    Timbre adalah karakter suara yang membuat dua suara dengan pitch dan loudness yang sama tetap terdengar berbeda.

    Misalnya:

    Nada C4 dimainkan piano dan gitar.

    Frekuensi fundamentalnya dapat sama, tetapi kita tetap dapat membedakannya karena struktur harmoniknya berbeda.

    Timbre dipengaruhi oleh:

    • fundamental,
    • harmonik,
    • partial,
    • envelope,
    • attack,
    • decay,
    • sustain,
    • release,
    • noise.

    Dalam psikomekanika musik, timbre sangat penting karena karakter spektral suara dapat memengaruhi persepsi terang–gelap, kasar–halus, tajam–lembut, dekat–jauh, dan sebagainya.

    3. Psikoakustik sebagai dasar psikomekanika

    Bagian yang paling dekat dengan psikomekanika adalah psikoakustik.

    Psikoakustik mempelajari hubungan antara:

    stimulus suara fisik ↔ sensasi pendengaran manusia

    Beberapa fenomena penting adalah:

    Pitch

    Hubungan antara frekuensi dan persepsi tinggi-rendah nada.

    Loudness

    Hubungan antara tekanan/intensitas suara dengan persepsi keras-lembut.

    Timbre

    Hubungan antara struktur spektral suara dengan kualitas suara yang dirasakan.

    Masking

    Satu suara dapat mengurangi kemampuan kita mendengar suara lain.

    Contohnya, suara gitar yang sangat keras dapat menutupi suara instrumen lain.

    Critical band

    Sistem pendengaran tidak memproses seluruh frekuensi secara terpisah secara sederhana. Frekuensi-frekuensi yang berdekatan dapat berinteraksi dalam sistem pendengaran.

    Binaural hearing

    Dua telinga memungkinkan manusia memperoleh informasi mengenai:

    • arah suara,
    • jarak,
    • posisi sumber,
    • ruang akustik.

    4. Dari suara menjadi emosi

    Ini bagian yang sangat menarik dalam psikomekanika suara.

    Tidak semua respons emosional berasal dari sifat fisik suara saja.

    Ada setidaknya empat lapisan:

    Lapisan 1 — Fisik

    Suara memiliki:

    • frekuensi,
    • amplitudo,
    • spektrum,
    • durasi,
    • envelope,
    • ritme.

    Lapisan 2 — Persepsi

    Otak menginterpretasikan:

    • tinggi nada,
    • keras-lembut,
    • warna suara,
    • pola,
    • arah,
    • jarak.

    Lapisan 3 — Kognitif

    Pendengar kemudian menghubungkannya dengan:

    • pengalaman sebelumnya,
    • budaya,
    • bahasa,
    • memori,
    • ekspektasi musikal.

    Lapisan 4 — Emosional

    Hasil akhirnya dapat berupa:

    • tenang,
    • tegang,
    • sedih,
    • bahagia,
    • takut,
    • bersemangat,
    • nostalgia,
    • nyaman,
    • tidak nyaman.

    Karena itu, suara tertentu tidak memiliki satu makna emosional yang universal.

    5. Psikomekanika dalam harmoni

    Dalam musik tonal, hubungan antar-nada sangat penting.

    Misalnya:

    C – E – G

    membentuk C mayor.

    Sementara:

    C – F♯

    menghasilkan interval tritonus yang secara tradisional sering dipersepsikan sebagai lebih tegang.

    Ketegangan tidak hanya berasal dari frekuensi masing-masing nada, tetapi dari hubungan antarfrekuensi.

    Konsep pentingnya adalah:

    Konsonansi

    Hubungan nada yang dipersepsikan relatif stabil atau menyatu.

    Disonansi

    Inti konsepnya: psikomekanika suara menjembatani fisika suara dengan pengalaman manusia. Jadi bukan hanya bertanya “bagaimana suara terbentuk?”, tetapi juga “bagaimana karakter fisik suara diterjemahkan oleh sistem pendengaran menjadi persepsi, dan bagaimana persepsi tersebut menghasilkan pengalaman psikologis?”

    Hubungan nada yang menghasilkan tingkat ketegangan tertentu.

    Resolusi

    Pergerakan dari kondisi yang relatif tegang menuju kondisi yang lebih stabil.

    Contoh:

    G7 → C

    Dalam konteks tonal tertentu, pendengar memiliki ekspektasi bahwa G7 akan menuju C.

    Ini menunjukkan bahwa psikomekanika musik bukan hanya masalah fisika suara, tetapi juga prediksi otak.

    6. Psikomekanika dan skala hexatonik

    Ini sangat relevan dengan pembahasan Anda sebelumnya tentang hexatonic symmetric dan asymmetric.

    Misalnya kita mengambil enam nada:

    C – D – E – F♯ – G♯ – A♯

    Distribusi interval tertentu akan menghasilkan karakter berbeda dibandingkan skala enam nada yang memiliki distribusi interval tidak beraturan.

    Pada skala simetris, pola interval dapat berulang.

    Akibatnya, pusat tonal dapat menjadi lebih ambigu.

    Secara perseptual:

    pola interval berulang → ekspektasi tonal tertentu → ambiguitas pusat nada → pengalaman musikal yang berbeda

    Sedangkan pada skala asimetris:

    pola interval tidak berulang → hierarki nada lebih mudah terbentuk → arah musikal lebih mudah dipersepsikan.

    Namun ini adalah hipotesis perseptual, bukan berarti semua pendengar pasti mengalami efek emosional yang sama.

    7. Psikomekanika dan timbre

    Timbre juga dapat dianalisis secara psikomekanis.

    Misalnya dua instrumen memainkan:

    A4 = 440 Hz

    Tetapi:

    Piano → harmonik tertentu + transient tertentu

    sedangkan:

    Biola → struktur harmonik + vibrato + envelope berbeda

    Otak kemudian mengenali:

    “Ini piano.”

    atau

    “Ini biola.”

    Jadi:

    Gelombang fisik → spektrum → sistem pendengaran → persepsi timbre → identifikasi sumber suara

    Timbre juga dapat memengaruhi respons emosional.

    Misalnya suara dengan:

    • attack sangat cepat,
    • energi frekuensi tinggi,
    • spektrum kompleks,

    dapat terdengar lebih tajam, agresif, atau energik dibandingkan suara dengan attack lembut dan spektrum lebih sederhana.

    8. Psikomekanika dan ritme

    Ritme memberikan dimensi waktu.

    Misalnya:

    ♩ ♩ ♩ ♩

    berbeda secara psikologis dengan:

    ♩ ♪♪ ♩ ♪♪

    meskipun menggunakan bahan nada yang sama.

    Otak manusia memiliki kemampuan luar biasa dalam:

    • mendeteksi pengulangan,
    • memprediksi ketukan,
    • mengenali pola,
    • melakukan sinkronisasi gerakan.

    Karena itu musik dapat menyebabkan:

    • kaki mengetuk,
    • kepala bergerak,
    • tubuh mengikuti beat,
    • peningkatan perhatian,
    • peningkatan energi.

    Inilah salah satu hubungan penting antara suara → otak → tubuh.

    9. Psikomekanika dan suara ekstrem

    Suara dengan karakter tertentu dapat menghasilkan respons fisiologis.

    Contohnya:

    suara mendadak keras

    → sistem pendengaran mendeteksi perubahan
    → perhatian meningkat
    → tubuh bersiap terhadap stimulus
    → muncul respons orientasi atau kaget.

    Hal ini menjelaskan mengapa dalam film horor, perubahan suara secara tiba-tiba sering lebih efektif daripada musik keras yang terus-menerus.

    Dengan kata lain:

    perubahan suara → perubahan prediksi → peningkatan perhatian

    10. Model psikomekanika suara

    Untuk penelitian akademik, model berikut dapat digunakan:

    INPUT

    Parameter akustik

    • frekuensi
    • amplitudo
    • spektrum
    • timbre
    • durasi
    • ritme
    • envelope
    • resonansi

    PROSES SENSORIK

    Sistem pendengaran

    • telinga luar
    • telinga tengah
    • koklea
    • saraf auditori

    PROSES PERSEPTUAL

    • pitch
    • loudness
    • timbre
    • spatial perception
    • rhythm
    • consonance/dissonance

    PROSES KOGNITIF

    • perhatian
    • memori
    • ekspektasi
    • pengalaman
    • pembelajaran
    • konteks budaya

    OUTPUT

    Respons psikologis

    • emosi
    • ketegangan
    • relaksasi
    • perhatian
    • kenyamanan
    • ketidaknyamanan
    • gerakan
    • preferensi musikal

    11. Jika dijadikan penelitian S2

    Konsep ini dapat dikembangkan menjadi penelitian yang cukup kuat, misalnya:

    “Psikomekanika Suara dalam Persepsi Musikal: Hubungan Frekuensi, Timbre, Harmoni, dan Struktur Skala terhadap Respons Psikologis Pendengar.”

    Atau lebih spesifik:

    “Psikomekanika Skala Hexatonik Simetris dan Asimetris terhadap Persepsi Ketegangan dan Stabilitas Tonal.”

    Variabelnya dapat dibuat seperti ini: Variabel suara Variabel psikologis Frekuensi Persepsi pitch Intensitas Persepsi loudness Timbre Kualitas/karakter suara Interval Konsonansi–disonansi Struktur skala Stabilitas tonal Ritme Aktivasi/perhatian Tempo Energi/pergerakan Dinamika Ketegangan Resonansi Persepsi ruang

    Psikodinamika suara adalah kajian tentang bagaimana suara bergerak dan berubah di dalam pengalaman batin manusia dari waktu ke waktu. Kalau psikomekanika menekankan mekanisme kerja suara sebagai rangsang fisik, maka psikodinamika menekankan gerak psikologis yang muncul akibat suara: perubahan emosi, perhatian, ingatan, ekspektasi, ketegangan, pelepasan, dan makna.

    Sederhananya:

    suara → dipersepsikan → diolah batin → memunculkan gerak psikologis

    1. Makna dasar

    Kata ini bisa dipahami dari dua unsur:

    • Psiko: pikiran, emosi, kesadaran, pengalaman batin.
    • Dinamik: gerak, perubahan, proses yang terus berlangsung.

    Jadi, psikodinamika suara bukan hanya membahas apakah suara itu keras atau lembut, tinggi atau rendah, tetapi bagaimana suara membentuk alur pengalaman psikologis.

    Psikodinamika suara adalah kajian tentang proses perubahan emosi, perhatian, ingatan, dan makna yang terjadi di dalam diri manusia akibat gerak suara dari waktu ke waktu.

    Misalnya, sebuah melodi pelan yang naik perlahan dapat menimbulkan:

    • rasa harap,
    • ketegangan,
    • antisipasi,
    • lalu pelepasan saat mencapai nada puncak.

    Itulah contoh dinamika psikologis yang dibentuk suara.

    2. Fokus utama psikodinamika suara

    Psikodinamika suara biasanya melihat beberapa hal berikut:

    a. Perubahan emosi

    Suara dapat menggeser emosi pendengar dari satu keadaan ke keadaan lain.

    Contoh:

    • dari tenang menjadi waspada,
    • dari sedih menjadi haru,
    • dari tegang menjadi lega.

    b. Gerak perhatian

    Suara tertentu menarik fokus pendengar, mengarahkan perhatian, atau bahkan mengganggu konsentrasi.

    Contoh:

    • bunyi alarm,
    • perubahan dinamik mendadak,
    • aksen ritmis yang kuat.

    c. Antisipasi dan prediksi

    Otak selalu mencoba menebak ke mana suara akan bergerak berikutnya.

    Contoh:

    • dalam musik, pendengar menunggu resolusi akor,
    • dalam percakapan, pendengar menunggu intonasi turun atau naik,
    • dalam efek suara film, pendengar menunggu kejutan berikutnya.

    d. Memori dan asosiasi

    Suara sering memicu ingatan lama.

    Contoh:

    • suara hujan mengingatkan rumah,
    • suara tertentu mengingatkan masa kecil,
    • timbre tertentu memunculkan nostalgia.

    e. Respon tubuh

    Suara tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga tubuh:

    • jantung lebih cepat,
    • otot menegang,
    • napas berubah,
    • tubuh ingin bergerak mengikuti ritme.

    3. Psikodinamika suara dalam musik

    Dalam musik, psikodinamika suara sangat penting karena musik memang bekerja melalui pergerakan waktu.

    Beberapa unsur yang paling berpengaruh:

    Melodi

    Melodi yang naik, turun, melompat, atau berputar akan memberi rasa psikologis yang berbeda.

    • Naik perlahan: harap, tumbuh, menuju puncak
    • Turun: reda, selesai, melepas
    • Lompat interval besar: kejutan, dramatis, tegas

    Harmoni

    Perubahan akor menciptakan pergeseran rasa.

    • Konsonan: stabil, aman
    • Disonan: tegang, belum selesai
    • Resolusi: lega, tuntas

    Ritme

    Ritme memengaruhi energi batin.

    • ritme stabil → rasa mantap
    • ritme tidak terduga → rasa gelisah atau menarik
    • sinkopasi → kejutan, dorongan gerak

    Dinamika

    Perubahan volume memberi alur emosional.

    • crescendo → membangun ketegangan
    • decrescendo → meredakan ketegangan

    Timbre

    Warna suara memberi nuansa emosi.

    • timbre hangat → dekat, lembut
    • timbre tajam → tegang, kuat
    • timbre gelap → dalam, misterius

    4. Bedanya dengan psikomekanika suara

    Perbedaannya bisa diringkas begini: Aspek Psikomekanika suara Psikodinamika suara Fokus mekanisme fisik suara memengaruhi persepsi bagaimana suara menggerakkan emosi dan pengalaman batin Pertanyaan utama bagaimana suara bekerja? bagaimana suara berubah dalam jiwa pendengar? Tekanan kajian akustik, persepsi, sistem pendengaran emosi, makna, ingatan, antisipasi, ketegangan Sifat analisis cenderung struktural cenderung prosesual dan emosional

    Jadi, kalau psikomekanika bertanya “bagaimana suara diproses?”, psikodinamika bertanya “apa yang terjadi di dalam jiwa ketika suara bergerak?”

    5. Contoh sederhana

    Contoh 1: musik sedih

    Sebuah lagu dengan tempo lambat, nada minor, dan melodi turun sering memunculkan rasa haru.

    Kenapa? Karena suara tersebut membentuk alur psikologis:

    • awal tenang,
    • lalu masuk rasa kehilangan,
    • kemudian muncul kesadaran emosional,
    • akhirnya pendengar larut.

    Contoh 2: suara ketukan mendadak

    Suara keras tiba-tiba dapat mengejutkan.

    Alurnya:

    • pendengar fokus,
    • ada gangguan mendadak,
    • tubuh bereaksi,
    • emosi berubah menjadi waspada.

    Contoh 3: lullaby atau musik pengantar tidur

    Suara lembut dan berulang menimbulkan rasa aman.

    Alurnya:

    • ritme stabil,
    • prediksi mudah,
    • ketegangan turun,
    • tubuh ikut relaks.

    6. Psikodinamika dalam hubungan suara dan emosi

    Dalam psikodinamika suara, emosi tidak dianggap sebagai hasil tetap. Emosi dipahami sebagai proses yang bergerak.

    Misalnya:

    tegang → menunggu → semakin tegang → mencapai puncak → lega

    Atau:

    netral → tertarik → tersentuh → terbawa → reflektif

    Inilah yang disebut dinamika psikologis. Suara menjadi pemicu, tetapi yang menarik untuk dikaji adalah perjalanan batin yang terjadi sepanjang waktu.

    7. Dalam konteks komunikasi dan kehidupan sehari-hari

    Psikodinamika suara juga terjadi di luar musik.

    Dalam percakapan

    • intonasi naik bisa menunjukkan tanya, ragu, atau penekanan,
    • intonasi turun bisa memberi kesan selesai atau tegas,
    • jeda dapat menciptakan makna psikologis yang kuat.

    Dalam pidato

    • volume meningkat bisa membangkitkan semangat,
    • ritme bicara cepat bisa menambah urgensi,
    • nada lembut bisa membangun kedekatan.

    Dalam suara lingkunga

    Daftar Refrence

    1. KBBI Online ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ), arti kata Psikologi ↩︎
    2. KBBI Online ( Kamus Beasar Bahasa Indonesia ), arti kata mekanika ↩︎
    3. hal 118, Rusli Kustaman, BUNYI DAN MANUSIA, roTVF, Volume 1, Nomor, 2, September 2017, Hal. 117-124 ↩︎
    4. Hal 118, Rusli Kustaman, BUNYI DAN MANUSIA, roTVF, Volume 1, Nomor, 2, September 2017, Hal. 117-124 ↩︎
    5. Hal 1110, Heruddin, Dkk. Pengaruh Amplitudo dan Frekuensi terhadap Cepat Rambat Gelombang Bunyi Medium Udara dan Air Menggunakan PhET, JINU – VOLUME 2, NO. 5, September 2 Vol.8, No.1, April 2023, ISSN: 2503-5274(p), 2657-1900(e ↩︎
    6. Hal 1110, Heruddin, Dkk. Pengaruh Amplitudo dan Frekuensi terhadap Cepat Rambat Gelombang Bunyi Medium Udara dan Air Menggunakan PhET, JINU – VOLUME 2, NO. 5, September 2 Vol.8, No.1, April 2023, ISSN: 2503-5274(p), 2657-1900(e) ↩︎
    7. Hal 119, Rusli Kustaman, BUNYI DAN MANUSIA, roTVF, Volume 1, Nomor, 2, September 2017, Hal. 117-124 ↩︎
    8. Hal 119, Rusli Kustaman, BUNYI DAN MANUSIA, roTVF, Volume 1, Nomor, 2, September 2017, Hal. 117-124 ↩︎
    9. Hal 118, Rusli Kustaman, BUNYI DAN MANUSIA, roTVF, Volume 1, Nomor, 2, September 2017, Hal. 117-124 ↩︎
    10. Hal 5, Hartati Kartika, dkk. IDENTIFIKASI PENGARUH GELOMBANG DAN BUNYI PADAFENOMENA MENDENGAR, Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
      Volume 7 | Nomor 2 | 91 p-ISSN: 2622-9641 e-ISSN: 2655-1276 ↩︎
    11. Hal 5, Hartati Kartika, dkk. IDENTIFIKASI PENGARUH GELOMBANG DAN BUNYI PADAFENOMENA MENDENGAR, Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
      Volume 7 | Nomor 2 | 91 p-ISSN: 2622-9641 e-ISSN: 2655-1276 ↩︎
    12. Hal 4, Hartati Kartika, dkk. IDENTIFIKASI PENGARUH GELOMBANG DAN BUNYI PADAFENOMENA MENDENGAR, Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
      Volume 7 | Nomor 2 | 91 p-ISSN: 2622-9641 e-ISSN: 2655-1276 ↩︎
    13. Hal 124, Rusli Kustaman, BUNYI DAN MANUSIA, roTVF, Volume 1, Nomor, 2, September 2017, Hal. 117-124 ↩︎
    14. Hal 40, IRMA AMELIA, dkk. Analisis Forman Frekuensi pada Suara Manusiadengan Menggunakan Linear Prediction, MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal, Juni 2020, Vol. 5, No. 1, Halaman 39 – 53, ISSN (p): 2528-0015 | ISSN (e): 2528-0902 ↩︎
    15. hal 120, Rusli Kustaman, BUNYI DAN MANUSIA, roTVF, Volume 1, Nomor, 2, September 2017, Hal. 117-124 ↩︎
    16. KBBI Online ( Kamus Beasar Bahasa Indonesia ), arti kata Amplitudo ↩︎

    #Music #sains #Sound
  16. MAKe Drama

    하고싶은RPG, is a Simulation / Collectible RPG (Gacha) mobile game. As of writing, the title is in a closed release for Korean players only. A future Global release is planned.

    Due to the rating of the game, I will limit most post content to text. Game art may be found on GameArtNexus.

    Combat proceeds in a side-scrolling manner, where you form a party of 5 members, consume stamina vitamins to enter a dungeon.

    The following information was gathered from Namu Wiki entry for Make Drama, and edited using Google Gemini to improve English language conversion from the original Korean Hangul language.

    Table of Contents
    1. About
      1. Setting and Lore: The World of ‘Idea’
        1. Metropolis – Humanitas
        2. Metropolis – Bermont
      2. Game Functions
        1. MochiTalk: Conversations, Dates, and Customization
          1. Engaging in Bond Stories
          2. Date Mechanics & Choices
          3. Reviewing & Displaying Unlocked Content
        2. Partner Progression and Equipment System
          1. Equipment and Enhancement
          2. Leveling Up & Experience Overflow
          3. Promotion (Star-Rating Upgrades)
        3. Misc. Functions
          1. Regional Domination
          2. Archive Ascent
          3. Arena
          4. Special Procurement
          5. Flurry Zone
      3. Tier List (Translated)
      4. Characters (Sorted by Faction)
        1. MAD
        2. Donut House
        3. The Great Tofu Gang
        4. Lucky Truck
        5. Midwen Corporation
        6. Super Rich
        7. Bloody Mary
        8. Philharmonic Monastery
        9. Chronoscalar
        10. Unside
        11. Pungwolhoe
        12. The Four Gentlemen
        13. Girls Storm
        14. Saverim
        15. Kinogarten
        16. Carmento
        17. New Money
        18. Independent
          1. NPC Characters

    About

    Setting and Lore: The World of ‘Idea’

    The story takes place in an alternate world known as ‘Idea.’ The protagonist is a “Master” summoned by Idea’s three goddesses: the first goddess, Ami; the second (unnamed); and the third, Dandelion.

    A Modern Twist on the Isekai Genre

    While the concept of goddesses typically points to a medieval high-fantasy setting, Idea is quite the opposite—it is a world structurally identical to modern Earth.

    The protagonist technically fits the classic trope of an Isekai (another world) hero:

    • He is chosen and summoned by divine entities.
    • He receives a blessing called a ‘Crown’ from the goddesses to boost his own strength.
    • He can share his ‘Holy Power’ to empower his companions.

    However, where typical Isekai protagonists are revered as legendary figures, the main character of this work receives almost no special treatment or benefits within the story. Instead, he simply leads a mundane life, diligently taking care of his everyday responsibilities—subverting the traditional power-fantasy clichés.

    Society and Demographics

    Idea is divided into various ‘Metropolises’—such as Humanitas and Vermont—each boasting its own distinct culture, much like the urban hubs found in other creative fiction. The world is also home to diverse fantasy races, including humans, demons, beastmen, and angels.

    The Unique Predicament

    Despite their cultural and racial diversity, every society in Idea shares one major commonality: the entire population consists exclusively of women. There is not a single native male in the entire world, making the summoned protagonist the sole male existence in Idea.

    According to Ami, the protagonist was specifically summoned because of his gender, making his role in this world incredibly vital. However, she deliberately keeps him in the dark, withholding any explanation of what he is actually supposed to do.

    Metropolis – Humanitas

    A metropolis built upon massive capital and towering technological prowess.

    While it appears that corporations and money dominate every facet of existence, free spirits dwelling in the cracks continue to live out their lives in their own unique ways.

    In this world where common sense does not prevail, lies a city so peculiar that one wonders just how it manages to function at all—a place where order and chaos, control and freedom, exist side by side.

    This place is called 【Humanitas】.

    Metropolis – Bermont

    A beautiful city of culture where sensibility and art come alive. Amidst the precarious coexistence of religion and magic, the people here seek the ultimate truth.

    While the majority of the population believes in a deity called ‘Harmonix,’ the city firmly guarantees freedom of religion. However, non-believers simply miss out on the countless exclusive events and perks offered solely to the faithful…

    This place, where even faith is transformed into a source of entertainment, is called 【Bermont】.

    Game Functions

    Profile: Displays your current nickname, level, experience points (EXP), and icon. Tapping your profile opens a sub-menu where you can set a representative partner, change your nickname, view your account creation/login dates, and track your overall progress.

    MochiTalk: A communication hub where you can chat with your partners, give them gifts, and take them on dates. This interface also allows you to monitor your partners’ Desire and Affection levels.

    Stamina Vitamin: The core energy resource required to progress through and conquer different regions.

    Seed: A premium/utility currency used to summon partners, purchase Stamina Vitamins, and more. Seeds can be earned by clearing regions, completing missions, and participating in events.

    Inventory: Stores your collected items, materials, and equipment.

    Options: Allows you to adjust game settings, audio, graphics, and account configurations.

    Event Banner: Displays ongoing in-game events, promotions, and special announcements.

    Partner: Opens the management screen for your summoned characters. Here, you can review their stats and upgrade their levels, skills, and equipment.

    • Call: The gacha/summoning system used to recruit new partners. Duplicate summons grant Idea Memories, which can be spent in the Shop.

    Quest: Lists daily, weekly, and special missions that award various progression resources upon completion.

    Shop: A marketplace where you can buy gifts to increase partner affection, as well as essential growth materials like Battle Logs and Essences. You can also exchange Idea Memories (obtained from duplicate summons) for specific character fragments here.

    Activities: Accesses the main gameplay hub. This section contains Story Mode as well as various combat features, including:

    • Region Conquest (Main Campaign)
    • Flurry Zone
    • Special Procurement
    • Arena (PvP)
    • Archive Ascent

    MochiTalk: Conversations, Dates, and Customization

    Engaging in Bond Stories

    Selecting a partner from your MochiTalk chat list allows you to initiate private conversations known as Bond Stories. These stories dive deeper into each character’s personal lore and strengthen your connection with them.

    Date Mechanics & Choices

    You can take your partners on special interactive dates to boost their Bond Rank.

    • The Rule of Three: Each date unfolds through a sequence of three distinct choice checkpoints.
    • Tailored Scenarios: The dialogue options and storylines provided during dates are unique to each individual partner.
    • Chronological Progression: The narrative moves forward sequentially based on the choices you make at each point.

    Reviewing & Displaying Unlocked Content

    • Memory Archive: You can easily review and replay any Desire or Affection story segments you have previously unlocked.
    • Lobby Customization: Any acquired Desire or Affection illustrations/scenes can be set as your main home screen background via the ‘Lobby Screen Settings’ menu.

    Partner Progression and Equipment System

    Equipment and Enhancement

    Every partner can be fitted with various types of equipment to significantly boost their combat capabilities.

    • Enhancement: You can upgrade your partner’s currently equipped gear to further increase its stats. The required enhancement materials can be farmed from Special Procurement: Laundry Raid or purchased directly from the Shop.
    • Gear Binding: Please note that once a piece of equipment is assigned to a partner, it cannot be unequipped and becomes permanently bound to that specific character.

    Leveling Up & Experience Overflow

    • Combat Logs: You can increase your partner’s level by consuming Combat Logs.
    • EXP Preservation: When leveling up, any excess experience points used beyond the current level cap are not lost. Instead, the surplus EXP overflows and is automatically preserved for the character’s next level range.

    Promotion (Star-Rating Upgrades)

    When you summon duplicate characters from the Call system, you will receive specific Idea Fragments. Gathering a sufficient number of these fragments allows you to promote your partner, increasing their overall star rating and unlocking their true potential.

    Misc. Functions

    Regional Domination

    It is a combat mission where you clear stages sequentially. There are Normal Mode and Hard Mode, and Hard Mode limits the number of entries per stage to 3 times a day.

    Archive Ascent

    A super virtual reality game within MAD. It is a challenge content where you can defeat enemies and stages created by your records to receive rewards.

    Arena

    It is PVP content commonly seen in any game.

    Special Procurement

    Content from which you can obtain Credits, Combat Logs, and Essence.

    Flurry Zone

    Content where you can defeat Flurry and obtain items needed to enhance skills.

    Tier List (Translated)

    Characters (Sorted by Faction)

    This information gathered from Namu Wiki entry for Make Drama.

    MAD

    Name: LuminarCV: Momochi Luka

    Bio: A single-target healer. Due to her high healing output, she is very useful as a sub-healer in 2-healer, 2-damage, 1-tank compositions that utilize Ines.

    Name: FreyaCV: Shino Amekawa

    Bio: Speed ​​Action Trouble Maker

    Name: ThetaCV: Oomiya Waka

    Bio: The Cyborg Girl of the Make Drama

    Donut House

    Name: CaseyCV: Akari Sakurai

    Bio: A donut delivery man and a righteous police officer

    Name: LaylaCV: Mao Mitani

    Bio: A police officer who dedicated his life to donut research

    Name: MarshaCV: Soramame

    Bio: A mischievous police girl

    The Great Tofu Gang

    Name: VictoriaCV: Midori Shirayuki

    Bio: The leader of the great Tofu Squad

    Name: RonaCV: Utane Moritani

    Bio: The salesperson and farmer of the Great Tofu Group

    Name: SuzyCV: Suzuya Maya

    Bio: The timid brain of the Great Tofu Squad

    Name: CasaCV: Yuki Akashi

    Bio: A desert fox beastman carrying a guitar

    Lucky Truck

    Name: CharlotteCV: Momoyama Ion

    Bio: Lucky Truck’s hard-working boss

    Name: JennyCV: Nohana

    Bio: The bright and friendly receptionist at Lucky Truck

    Midwen Corporation

    Name: MidwenCV: Yozora Mashiro

    Bio: The businessman leading the No. 1(?) company, “Midwen Corporation”

    Name: ShizukuCV: Azuma Shizu

    Bio: Mysterious Chief Strategy Officer of a major conglomerate

    Name: HinataCV: Yuzuhara Miu

    Bio: Chief Financial Secretary of a giant corporation

    Super Rich

    Name: KarenCV: Mitaka Rin

    Bio: A graduate student chosen by the professor

    Name: SevenCV: Kiiro Tsukino

    Bio: Super Rich’s Android Maid

    Name: RaffineCV:

    Bio:

    Bloody Mary

    Name: ElysiaCV: Yu Amane

    Bio: The hostess of Bloody Mary

    Name: JinCV: Hiyoko

    Bio: Bloody Mary’s bartender and servant

    Name: AroneCV: Tsukishiro Mahiru

    Bio: Bloody Mary’s Demon Lady

    Name: ?CV:

    Bio:

    Philharmonic Monastery

    Name: InesCV: Kokoro Moriya

    Bio: The Succubus Abbot of the Philharmonic.

    The Succubus Mother Superior who proclaims the love of Harmonix.
    After being recognized for her benevolent nature and faith and becoming a high-ranking cleric, she strives to distance herself from worldly desires in order to be a role model for the other nuns. She appears to be concerned about her tail, which tends to move uncontrollably according to instinct.

    A 3-star character with the Passion attribute in the Support position.

    Her 1st skill, ‘Enchanting Invitation,’ inflicts Charm on the opponent. Her linked passive, ‘Faithful Succubus,’ grants a buff that increases healing power by 10% (15% at maximum grade) when Charm is triggered. Stacks up to 10 times. 

    The 2nd skill, ‘Rampaging Desire,’ combines damage dealing and healing by attacking the nearest enemy relative to itself and then restoring the HP of the ally with the lowest HP. When the burst skill ‘Prayer to Control the Inner Self’ is activated, in addition to area healing, it lays down a healing field that lasts for 10 seconds centered on the ally with the lowest HP percentage.

    It boasts a very high basic healing amount, and even when facing a boss monster that is immune to status effects, its basic performance is so solid that it allows the front line to survive longer, making it a top priority character for rerolling.

    During the burst animation, it knocks away the tail that interferes with the prayer to calm it down, and then receives the blessing of Harmonix.

    Name: AirenCV: Kase Shiu

    Bio: Sisters of the Philharmonic

    Name: LuciaCV: Momose Yuzuki

    Bio: An influencer girl with a huge following

    An influencer nun with a massive following. She spreads faith and ‘likes’ with her incredible friendliness and sparkling smile. Rumor has it that Lucia occasionally hosts secret parties disguised as prayer meetings late at night.

    A 2-star character with the Desire attribute and support position.

    Her 1st skill, ‘Power of Healing,’ is a single-target healing skill that targets and heals the ally with the lowest HP. Her 2nd skill, ‘Light Divine Punishment,’ is an area-of-effect damage skill and utility skill that deals damage to 3 random enemies and removes the target’s continuous healing effect. Her burst skill, ‘With Harmonix,’ is an area-of-effect healing skill that heals all allies. Her passive skill, ‘Increase Followers,’ which can be obtained starting from 3 stars, increases Lucia’s attack power and healing power.

    When her burst skill is activated, the animation shows 
    Harmonix, who is angry that Lucia is running around with other nuns instead of praying, taking out a Bible and praying just before exploding, and then giving a thumbs up Harmonix is ​​relieved.

    Chronoscalar

    Name: ClaireCV: Ui

    Bio: Chronoscalar’s butler

    Name: EmilyCV: Mai Nekoyashiki

    Bio: The Wizard of Chronoscala

    Name: YuriaCV: Hachiko

    Bio:

    Unside

    Name: ManetCV: Sugihara Matsuri

    Bio: The leader of the Unside

    Name: ObliaCV: Hanakage Hotaru

    Bio:

    Pungwolhoe

    Name: Dan-heeCV: Kazuha

    Bio: A playboy belonging to the Pungwolhoe

    Name: Hong-jeopCV: Elena Kaibara

    Bio: Shaman of the Pungwolhoe

    The Four Gentlemen

    Name: HariCV: Haru Amachi

    Bio: A young scholar gaining attention in the Four Gentlemen

    Girls Storm

    Name: MioCV: Aoi Haru

    Bio: Girls Storm’s drummer

    Name: SeraCV: Haruyama Iroha

    Bio: Girls Storm’s bassist

    Saverim

    Name: SophiaCV: Saki Yutaka

    Bio: Saverim’s kind head nurse

    Name: EileenCV: Wao Kirika

    Bio: Cute security guard from Saverim

    Kinogarten

    Name: ValentinaCV: Natsuno Mikoto

    Bio: The leader of Kinogarten and a film director

    Carmento

    Name: TricheCV: Ayaka Igasaki

    Bio: Carmento’s Spy Phantom Girl

    New Money

    Name: LeannaCV: Sayaka Fujisaki

    Bio: New Money’s data collector and broadcast journalist

    Independent

    Name: ReignCV: Ayumi Sara

    Bio: Snow woman as beautiful as pure white snow

    Name: KageCV: Nanagase Rin

    Bio: Perfectionist Kunoichi

    Name: Lord of RomanceCV: Kanau

    Bio: A romantic girl who lives for romance

    NPC Characters

    • Head Maid (Humanitas’s prison. The chief guard managing the Panoticon.)
    • Black Angel (She was once an ordinary and frail girl, but due to a certain incident, she came to have blind faith in muscles.)
    • Bunny Gloria (Bunny girl themed casino. Bunny Empire is in operation.)
    • Exenos (A penitent of the Celestial Monastery, a high-ranking nun.)
    • Bellita (【Pelican Peeling Store】’s flagship star)
    • Lydia (The owner of the bakery “Butter Bloom” in Humanitas Alley)
    • Dandelion (The third of the three goddesses)
    • ARMY (The first of the three goddesses)
    #CharacterList #Gacha #Gaming #IdleRPG #하고싶은RPG #MAKeDrama #MobileGame #review #Reviews #Simulation #TierList #videoGames #writing
  17. "the tanna herbalist" (work of mine in progress) x "spirits" (by devil makes three)

    there's a tragic lack of web weavings on this site so i made one

  18. Ya tenemos vídeo de dos cosas importantísimas del The A1200: corriendo Workbench (se hace a través de un pendrive con una ISO que proporcionarán) y corriendo Doom. El Workbench es 100% utilizable, podemos instalar lo que queramos.

    Esto ya es un Amiga oficial, recordemos.

    #TheA1200 #Workbench