home.social

Search

2 results for “Braka”

  1. This week's Linux and FOSS news

    LINUX NEWS

    Ubuntu rolls out php2shell, eMudhra certificate fixes:
    omgubuntu.co.uk/2026/10/ubuntu

    Canonical dev mocks up an Ubuntu launcher that uses AI:
    omgubuntu.co.uk/2026/10/ubuntu

    Fedora Linux 45 Final NO-GO: Release Delayed to November 3, 2026:
    linuxcompatible.org/story/fedo

    Fedora Linux 45 RC-1.2 Now Available for Testing:
    linuxcompatible.org/story/fedo

    Linux Mint’s new system monitor does more than you’d expect:
    omgubuntu.co.uk/2026/10/linux-

    openSUSE Releases Agama 25 Installer with Web-Based Terminal, Exit Option:
    9to5linux.com/opensuse-release

    Alpine 3.21.9, 3.22.7, 3.23.7 and 3.24.3 Security Releases, Patches Critical PHP RCE:
    linuxcompatible.org/story/alpi

    KDE neon 20261016 ships Plasma 6.8, released on KDE's 30th birthday:
    linuxcompatible.org/story/kde-

    SparkyOS Unveiled as a Portable Arch Linux-Based SparkyLinux Flavor:
    9to5linux.com/sparkyos-unveile

    Omarchy 4.5 Expanding To AArch64 World With Snapdragon X & NVIDIA N1X Laptops:
    phoronix.com/news/Omarchy-4.5-

    Omarchy Gets The Web Browser Launching Faster By Avoiding XDG Overhead:
    phoronix.com/news/Omarchy-Fast

    Tails 7.15.1 Emergency Release Blocks Forged eMudhra Certificates:
    linuxcompatible.org/story/tail

    CutefishOS is Back With a Vibe-Coded Desktop That Doesn't Use Qt or GTK:
    itsfoss.com/news/cutefishos-vi

    Debian-Based siduction 2026.1 “Big Crime” Released with Linux 7.2, KDE Plasma 6.7:
    9to5linux.com/debian-based-sid
    (Yeah we Linux users commit "big crime" by not using a normie OS 😈)

    Gentoo-Based MocaccinoOS 26.10 Released with COSMIC 1.10 and KDE Plasma 6.7.5:
    9to5linux.com/gentoo-based-moc

    BakAndImgCD 53.0 Released: The Ultra-Tiny 85MB Linux Backup and Rescue Tool:
    linuxcompatible.org/story/baka

    DietPi 10.8 Released with New Tool to Manage WireGuard Servers and Clients:
    9to5linux.com/dietpi-10-8-rele

    (Post 1/7)

    #WeeklyNews #News #Linux #LinuxNews #Ubuntu #Fedora #LinuxMint #openSUSE #AlpineLinux #KDENeon #SparkyOS #Omarchy #TailsOS #CutefishOS #Siduction #MocaccinoOS #BakAndImgCD #DietPi #LinuxDistro #DistroRelease #FosseryTech

  2. Halo teman-teman developer dan freelancer di sini, gw mau bagi sedikit catatan pengalaman soal sistem pembayaran kerjaan lepas dan bounty di ekosistem Web3 belakangan ini. Selama beberapa bulan terakhir gw lumayan sering ambil kerjaan kecil sampe menengah, mulai dari nulis dokumentasi teknis, lokalisasi bahasa, sampe bikin script integrasi API. Jujur aja, kendala paling klasik yang sering bikin capek itu bukan di tingkat kesulitan kodingannya, tapi di proses review yang sering gak transparan. Kadang kita udah ngikutin semua instruksi dari awal, eh pas hasil kerjaan dikirim malah digantung berminggu-minggu tanpa kepastian, atau ditolak sepihak pake alasan subjektif supaya dana bounty gak jadi dicairin.

    Beberapa hari lalu gw sempet nyobain alur kerja yang lumayan beda waktu ngulik Verdikta Bounties yang jalan di jaringan Base. Konsep utamanya sebenernya menarik karena nyoba ngejawab masalah kepercayaan antara pembuat tugas dan pekerja lepas. Sebelum sebuah bounty dibuka, pemberi kerja wajib nyetor dan ngunci dana bayarannya langsung ke smart contract escrow di Base, sekalian nulis kriteria penilaian beserta bobot angkanya dan ambang batas skor kelulusan di awal. Karena aturan main dan dananya udah dikunci di depan sebelum ada orang yang mulai kerja, kriteria itu gak bisa diubah-ubah seenaknya di tengah jalan pas kita udah ngumpulin hasil kerjaan.

    Begitu kita kirim hasil kerjaan, proses evaluasinya gak dipegang sama admin proyek atau satu moderator tunggal, melainkan langsung dinilai secara independen sama panel juri AI terdesentralisasi. Tiap model AI di panel itu ngecek hasil kerjaan kita berdasarkan masing-masing kriteria yang udah ditentuin, terus ngasih skor per poin lengkap sama alasan tertulisnya yang bisa dibaca publik secara terbuka. Kalo rata-rata skor akhirnya ngelewatin ambang batas kelulusan yang udah diset di awal, smart contract otomatis langsung nyairin dana escrow ke dompet pengirim pertama yang lulus saat itu juga. Dari sisi potongan juga masuk akal buat pekerja lepas karena platformnya sendiri gak narik komisi alias nol persen biaya platform, paling kita cuma perlu nyiapin gas jaringan Base sama biaya evaluasi oracle sekitar 0.00024 ETH per pengajuan.

    Menurut gw mekanisme kayak gini lumayan ngebantu buat kerjaan digital yang hasil akhirnya bisa diverifikasi secara objektif lewat teks, repositori kode, atau bukti tangkapan layar. Kita gak perlu lagi debat kusir sama tim proyek atau nungguin admin online buat minta pencairan dana, dan kalaupun belum lulus kita bisa baca langsung bagian mana yang nilainya kurang dari alasan tertulis tiap juri. Tapi tentu aja sistem ini ada batasannya juga. Juri AI jelas gak bisa dipake buat ngecek kerjaan fisik di dunia nyata yang butuh pembuktian lapangan secara langsung, dan kualitas penilaiannya bakal sangat bergantung sama seberapa jelas si pembuat bounty nulis kriteria di awal. Kalo deskripsi tugasnya terlalu abstrak, hasil skornya juga pasti kurang maksimal. Gimana menurut teman-teman di sini, apakah model escrow otomatis pake panel juri kayak gini bakal cocok diterapin lebih luas buat kerjaan kripto ke depannya?#blockchain #crypto #freelance #web3 #software #coding #development #engineering #inclusive #community
    Catatan Pengalaman Nyobain Sistem Escrow Kontrak Pintar dan Juri AI buat Kerjaan Freelance Kripto

Share on Mastodon

Enter the server where you have an account.